PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Perkebunan (Disbun) Kalteng mencatat penguatan harga minyak sawit atau Crude Palm Oil (CPO) Kalteng berdasarkan penetapan harga pekan ketiga November 2024.

Disbun menegaskan kenaikan hasil olah data yang telah dikirim oleh perusahaan penyuplai data sesuai realisasi kontrak penjualan harga CPO dan inti sawit palm kernel (PK), ditetapkan pada periode I bulan November 2024.

“Hasil perhitungan indeks “K” dan harga pembelian TBS untuk periode I bulan November menunjuk kenaikan CPO sebesar Rp14.783,92,” kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil (Lohsar) Perkebunan Achmad Sugianor, baru baru ini.

Sugianor mengatakan Inti Sawit (PK/Palm Kernel) turut terpantau naik sebesar Rp9.892,40 dan indeks “K” juga ikut naik berada pada posisi 91,14 persen.

Sebagai informasi, Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel (Inti Sawit) adalah dua produk utama yang dihasilkan dari pengolahan kelapa sawit.

CPO adalah minyak yang diekstraksi dari daging buah kelapa sawit. Kernel adalah bagian biji dari buah kelapa sawit yang diolah untuk menghasilkan minyak inti sawit (Palm Kernel Oil) dan bungkil inti sawit (Palm Kernel Meal). (HERMAWAN DP/J)