PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Debat publik kedua Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangka Raya menghadirkan pertanyaan krusial terkait program unggulan dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan, terutama di daerah pinggiran.

Pasangan calon Rojikinor-Vina dan pasangan calon lainnya memaparkan strategi mereka untuk mengatasi tantangan tersebut.

Calon Wali Kota Palangka Raya nomor urut 1, Palson Rojikinor,  mengungkapkan rencana untuk memberikan tunjangan kepada guru-guru di daerah terpencil yang selama lima tahun terakhir belum menerima tunjangan.

Selain itu,  akan diberikan tunjangan tambahan transportasi untuk memudahkan akses guru ke sekolah-sekolah di daerah terpencil.

Rojikinor juga menekankan pentingnya penyediaan fasilitas rumah dinas guru di daerah terpencil dan peningkatan sarana pendidikan di sekolah-sekolah tersebut.  Ia menegaskan komitmennya untuk menghapus disparitas pendidikan antara pusat kota dan daerah pinggiran Palangka Raya.

--page

"Daerah terpencil tidak boleh diabaikan," tegas Rojikinor, Jumat, 22 November 2024.

Ia berharap dengan peningkatan fasilitas pendidikan, Palangka Raya dapat melahirkan generasi muda yang cerdas dan mampu menjadi pemimpin di masa depan.

Sementara itu, Calon Wakil Wali Kota Palangka Raya nomor urut 2, Vina Panduwinata,  menawarkan strategi yang berbeda.  Ia berencana untuk menyederhanakan dan mempermudah akses layanan pendidikan,  serta meningkatkan transparansi untuk mencegah praktik-praktik yang menyimpang.

Vina juga menjanjikan penggratisan seragam dan buku tulis bagi siswa untuk mengurangi beban biaya pendidikan dan memungkinkan siswa untuk fokus pada pembelajaran.

"Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh di Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/y)