PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangka Raya nomor urut 2, Fairid-Zaini, mendapatkan pertanyaan terkait langkah konkret untuk membangun kemitraan strategis guna menciptakan kebijakan yang inklusif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.  Mereka pun memaparkan strategi yang akan mereka terapkan.

Calon Wali Kota Fairid menjelaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah membangun forum komunikasi reguler yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pihak swasta.

Forum ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan, potensi, dan kontribusi masing-masing pihak dalam pembangunan Palangka Raya.

Selain itu,  Fairid berencana membangun sistem pemerintahan elektronik melalui command center yang memfasilitasi transparansi dan partisipasi bagi seluruh pemangku kepentingan.

Sistem ini akan mendukung pemerintahan berbasis data yang terintegrasi, inklusif, dan berbasis bukti untuk pembangunan yang berkelanjutan.

"Pembangunan harus berbasis potensi lokal," tegas Fairid, Jumat, 22 November 2024.

--page

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palangka Raya.

Calon Wakil Wali Kota Achmad Zaini menambahkan bahwa membangun kemitraan memerlukan rasa saling memerlukan, memperkuat, dan menguntungkan.

Salah satu contoh kemitraan strategis yang akan dijalin adalah dengan pelaku usaha lokal melalui Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Zaini mencontohkan beberapa keberhasilan kerja sama dengan pihak swasta, seperti penataan kawasan kuliner Pelabuhan Rambang yang merupakan hasil kerja sama dengan PLN Kalselteng, dan peningkatan produksi buah naga di Kalampangan bersama Bank Kalteng.

"Kerja sama ini menunjukkan potensi besar dari kemitraan untuk mengatasi keterbatasan anggaran pemerintah daerah," pungkasnya. (PATHUR/y)