BORNEONEWS, Sukamara – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sukamara bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian ( BPTP ) Kalimantan Tengah memberikan pelatihan pembibitan sistem aplikasi jajar legowo super atau DAPOG . Pelatihan di Desa Sei Pasri, Kecamatan Pantai Lunci, Sukamara, Selasa (6/9/2016) itu, dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman padi di Sukamara.

“DAPOG adalah sistem baru atau cara baru yang ke depan akan kita terapkan kepada seluruh petani di Kabupaten Sukamara.” Kata Kepala Bidang Tamanan Pangan dan Holtikultural Distanak Sukamara, Suhadi, Rabu (7/9/2016).

Suhadi mengatakan, pelatihan DAPOG diikuti sebanyak 60 peserta yang berasal dari Gapoktan Maju Jaya, Desa Sungai Pasir. Sistem DAPOG adalah pembibitan dengan cara menaburkan benih padi pada sebuah tempat berbentuk kotak. Dengan begitu, akar bibit terlihat dan berbentuk seperti tikar atau karpet dan bibit tersebut bisa digulung.

Dalam penanaman bibit padi dengan sistem DAPOG ini memiliki cara khusus. Yaitu, lahan pertanian harus terlebih dahulu ditabur arang sekam dicampur kapur untuk menambah unsur Hara, peningkatan PH dan penambahan unsur kalium.

Sistem persemaian dalam kotak akan mempermudah dalam pengambilan benih dan penyemaian sebab bisa digulung langsung dan ditanam dengan mesin tanam. Karena cara ini lebih efektif maka kedepannya sistem ini akan diterapkan kepada seluruh petani di Sukamara.

Aplikasi jajar legowo super ini mempunyai kelebihan, dibandingkan dengan sistem lainnya atau sistem yang sudah diterapkan petani selama ini. Sebab selain dapat meningkatkan produksi hasil pertanian dan meningkatkan produktivitas juga dalam sistem pertanian akan lebih efektif dan efesien.

“Nanti tanggal 24 September, kita akan kembali ke Desa Sungai Pasir untuk praktek penanaman dengan cara DAPOG ini” ungkap Suhadi (NORHASANAH/N).