PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada bulan Oktober 2024, Nilai Tukar Nelayan dan Pembudidaya atau NTNP di Kalimantan Tengah mengalami kenaikan sebesar 0,55 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyatakan bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang signifikan.

Agnes menjelaskan bahwa subsektor perikanan mengalami kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani atau It sebesar 0,13 persen. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan indeks harga hasil produksi pada kelompok perikanan tangkap yang mencapai 0,39 persen.

"Kenaikan harga hasil produksi ini memberikan dampak positif terhadap pendapatan nelayan," ujar Agnes pada Jumat, 22 November 2024.

Namun, tidak semua subsektor perikanan mengalami peningkatan. Agnes mencatat bahwa subsektor Indeks Harga yang Dibayar Petani atau Ib perikanan justru mengalami penurunan sebesar 0,42 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya penurunan biaya yang harus dikeluarkan oleh nelayan untuk produksi, yang dapat meringankan beban mereka.

Kenaikan NTNP ini menunjukkan adanya perbaikan dalam kesejahteraan nelayan di Kalimantan Tengah.

"Meskipun ada penurunan pada subsektor Ib, kenaikan pada subsektor It memberikan sinyal positif bagi perekonomian nelayan," tambah Agnes.

Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas nelayan dalam jangka panjang.

BPS Kalimantan Tengah akan terus memantau perkembangan ini untuk memberikan data yang akurat dan relevan bagi pengambilan kebijakan ekonomi daerah.

"Kami berkomitmen untuk menyediakan informasi yang dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang mendukung kesejahteraan nelayan," tutur Agnes.

Dengan adanya kenaikan NTNP ini, diharapkan kesejahteraan nelayan di Kalimantan Tengah dapat terus meningkat, seiring dengan upaya pemerintah dalam mendukung sektor perikanan.(TESTI PRISCILLA/H)