PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja di Kalimantan Tengah, perwakilan dari berbagai organisasi industri dan bisnis mengadakan pertemuan dengan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Kadisnakertran Provinsi Kalimantan Tengah.

Pertemuan ini dihadiri oleh Rawing Rambang yang mewakili Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, serta pengurus Kamar Dagang dan Industri atau KADIN, Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia atau APHI, dan Asosiasi Pengusaha Indonesia atau APINDO.

Dalam pertemuan tersebut, isu utama yang dibahas adalah Upah Minimum Provinsi atau UMP dan Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMK di Kalimantan Tengah.

Sekretaris Eksekutif GAPKI Kalteng, Rawing Rambang menyatakan bahwa penetapan UMP dan UMK yang adil dan sesuai dengan kondisi ekonomi daerah sangat penting untuk menjaga kesejahteraan pekerja serta keberlangsungan usaha di sektor perkebunan dan industri lainnya.

Selain membahas UMP dan UMK, pertemuan ini juga menyoroti berbagai isu ketenagakerjaan lainnya yang menjadi perhatian di Kalimantan Tengah. Rawing Rambang menekankan pentingnya dialog antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja untuk menemukan solusi terbaik bagi semua pihak.

"Kami berharap pertemuan ini dapat menghasilkan kebijakan yang menguntungkan semua pihak, baik pekerja maupun pengusaha," kata Rawing kepada Borneonews pada Jumat, 22 November 2024.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, Farid Wajdi menyambut baik inisiatif dari berbagai organisasi ini. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung dialog dan kerjasama yang konstruktif guna menciptakan iklim ketenagakerjaan yang kondusif.

"Kami akan terus berupaya untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi," katanya.

Pertemuan ini juga membahas langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mengatasi berbagai tantangan ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah. Salah satu isu yang diangkat adalah perlunya peningkatan pelatihan dan pendidikan bagi tenaga kerja lokal agar mereka dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

"Peningkatan kualitas tenaga kerja lokal adalah kunci untuk menghadapi tantangan global," tambah Rawing Rambang.

Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan akan tercipta sinergi yang lebih baik antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menghadapi berbagai isu ketenagakerjaan di Kalimantan Tengah. Semua pihak sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan kerjasama demi kesejahteraan bersama. (TESTI PRISCILLA/H)