PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengumumkan bahwa Nilai Tukar Nelayan atau NTN di Kalimantan Tengah mengalami kenaikan sebesar 0,89 persen pada Oktober 2024.

"Kenaikan ini merupakan kabar baik bagi para nelayan di wilayah tersebut, yang menunjukkan peningkatan kesejahteraan mereka," kata Agnes pada Jumat, 22 November 2024.

Agnes menjelaskan bahwa kenaikan NTN ini disebabkan oleh peningkatan indeks harga produksi atau It pada tingkat nelayan sebesar 0,39 persen.

"Kenaikan It ini terjadi karena adanya peningkatan harga produksi pada seluruh kelompok penyusunnya," ujar Agnes.

Kelompok penangkapan perairan umum seperti gabus, lais, dan biawan/tambakan mengalami kenaikan harga sebesar 0,49 persen, sementara kelompok penangkapan laut seperti rajungan, hiu, dan kembung/sumbo naik sebesar 0,28 persen.

Namun, Agnes juga mencatat bahwa indeks harga yang dibayar atau Ib oleh nelayan mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 0,51 persen. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya dua indeks penyusunnya, yaitu indeks kelompok KRT sebesar 0,22 persen dan kelompok BPPBM sebesar 1,08 persen.

"Penurunan Ib ini menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan oleh nelayan untuk kebutuhan rumah tangga dan produksi mengalami penurunan," tambahnya.

Kenaikan NTN ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian nelayan di Kalimantan Tengah. Dengan meningkatnya harga produksi dan menurunnya biaya yang harus dikeluarkan, nelayan dapat memperoleh keuntungan yang lebih besar.

"Ini adalah indikasi bahwa kesejahteraan nelayan kita semakin membaik," kata Agnes lagi.

Agnes juga menekankan pentingnya terus memantau perkembangan NTN dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

"Kami akan terus melakukan pemantauan dan analisis untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat mendukung kesejahteraan nelayan," ujarnya.

BPS Kalimantan Tengah berkomitmen untuk menyediakan data yang akurat dan relevan guna mendukung pengambilan keputusan yang tepat.

Dengan adanya kenaikan NTN ini, diharapkan para nelayan di Kalimantan Tengah dapat terus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan mereka.

"Kami berharap para nelayan dapat memanfaatkan momentum ini untuk terus berkembang dan meningkatkan taraf hidup mereka," tutur Agnes.(TESTI PRISCILLA/j)