BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa Nilai Tukar Pembudidaya Ikan atau NTPi mengalami penurunan sebesar 0,91 persen pada Oktober 2024. Penurunan ini terjadi karena indeks harga yang diterima pembudidaya ikan atau It turun lebih besar dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar pembudidaya ikan atau Ib.
Menurut Agnes, Ib mengalami penurunan sebesar 0,94 persen. Penurunan ini lebih besar dibandingkan dengan penurunan Ib yang hanya turun sebesar 0,03 persen.
"Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima oleh pembudidaya ikan menurun lebih signifikan dibandingkan dengan pengeluaran mereka," kata Agnes pada Jumat, 22 November 2024.
Penurunan It disebabkan oleh penurunan indeks pada dua kelompok produksi utama. Kelompok budidaya air tawar, yang mencakup ikan patin, nila, dan mas/karper, mengalami penurunan sebesar 1,16 persen. Sementara itu, kelompok budidaya air payau, yang mencakup udang, mengalami penurunan sebesar 0,64 persen. Kedua kelompok ini berkontribusi signifikan terhadap penurunan keseluruhan It.
Di sisi lain, penurunan tipis pada Ib sebesar 0,03 persen didominasi oleh penurunan pada indeks kelompok konsumsi rumah tangga atau IKRT sebesar 0,22 persen. Meskipun penurunan ini relatif kecil, tetap memberikan dampak pada kesejahteraan pembudidaya ikan di Kalimantan Tengah.
Agnes menambahkan bahwa penurunan NTPi ini perlu menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan pihak terkait. Langkah-langkah strategis perlu diambil untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya ikan, termasuk stabilisasi harga dan peningkatan efisiensi produksi. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi oleh sektor perikanan budidaya.
Dengan adanya penurunan NTPi ini, diharapkan pemerintah dapat segera mengambil tindakan yang tepat untuk membantu pembudidaya ikan di Kalimantan Tengah. Upaya kolaboratif antara pemerintah, pembudidaya, dan pihak terkait lainnya sangat penting untuk memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan sektor perikanan budidaya di masa depan. (TESTI PRISCILLA/j)









