BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada September 2024 mengalami penurunan signifikan.
"Dibandingkan dengan Agustus 2024, nilai ekspor turun dari US$39,67 juta menjadi US$29,37 juta, atau sebesar 25,96 persen. Penurunan ini juga terlihat dari kontribusi ekspor yang menurun dari 32,02 persen menjadi 9,23 persen," kata Agnes pada Jumat, 22 November 2024.
Agnes menjelaskan bahwa terdapat tiga pelabuhan utama yang melayani ekspor di Kalimantan Tengah selama September 2024, yaitu Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Sampit, dan Pelabuhan Pulang Pisau. Total nilai ekspor melalui Pelabuhan Kumai mencapai US$24,19 juta, Pelabuhan Sampit sebesar US$3,74 juta, dan Pelabuhan Pulang Pisau sebesar US$1,43 juta. Meskipun Pelabuhan Kumai mencatat nilai ekspor tertinggi, secara keseluruhan terjadi penurunan kontribusi ekspor dari pelabuhan-pelabuhan ini.
Sementara itu, layanan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lain mencapai US$288,71 juta atau 90,77 persen dari total nilai ekspor Kalimantan Tengah. Sebagian besar ekspor ini dilakukan melalui Pelabuhan Banjarmasin dengan nilai US$206,67 juta, yang menyumbang 71,58 persen dari total ekspor. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pelabuhan di Kalimantan Tengah mengalami penurunan, pelabuhan di provinsi lain masih mampu mempertahankan volume ekspor yang tinggi.
Agnes menambahkan bahwa penurunan ekspor ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk fluktuasi permintaan pasar internasional dan kendala logistik.
"Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan diversifikasi produk ekspor agar dapat bersaing di pasar global," ujarnya.
BPS Kalimantan Tengah juga berencana untuk melakukan berbagai inisiatif guna mendukung peningkatan ekspor di masa mendatang.
Selain itu, Agnes juga menyoroti pentingnya peran pelabuhan dalam mendukung kegiatan ekspor.
"Pelabuhan merupakan salah satu infrastruktur vital yang harus terus ditingkatkan kapasitas dan kualitas layanannya," kata Agnes.
Ia berharap dengan adanya perbaikan infrastruktur pelabuhan, ekspor dari Kalimantan Tengah dapat kembali meningkat dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada September 2024, BPS Kalimantan Tengah optimis bahwa dengan upaya peningkatan kualitas dan diversifikasi produk, serta perbaikan infrastruktur, ekspor dari daerah ini akan kembali meningkat di masa mendatang. (TESTI PRISCILLA/j)









