BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 51 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masuk dalam kategori rawan menjelang Pilkada 2024.
"Kita sudah melakukan mitigasi kerawanan, baik secara preventif maupun represif. Kami juga telah berkoordinasi untuk memastikan masa tenang berjalan aman, termasuk penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) serta pengamanan logistik pemilu," kata Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Sabtu, 23 November 2024.
Dalam pengamanan Pilkada 2024, Polres Kotim melibatkan 404 personel. Selain itu, Polres Kotim mendapat bantuan tambahan dari Polda Kalimantan Tengah sebanyak 150 personel, dengan rencana penebalan keamanan oleh 100 personel lagi pada Senin mendatang.
Dari total 667 TPS di wilayah hukum Polres Kotim, tidak ada yang masuk kategori sangat rawan. Namun, 51 TPS tergolong rawan karena berbagai faktor, seperti potensi bencana banjir, kondisi daerah blank spot komunikasi, serta risiko gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Resky menjelaskan, pihaknya telah memitigasi 50 titik blank spot bekerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak ketiga. Saat ini, titik blank spot di wilayah tersebut sudah dapat diatasi sehingga komunikasi dapat berjalan dengan baik.
"Curah hujan yang tinggi memang menjadi perhatian utama karena dapat menyebabkan banjir. Namun, kami telah menyiapkan strategi pergeseran logistik ke TPS, termasuk antisipasi jika terjadi bencana," tambahnya.
Hingga saat ini, situasi di Kotim terpantau aman dan kondusif. Kapolres menegaskan bahwa pengamanan akan terus diperketat di TPS yang dinilai rawan untuk memastikan pelaksanaan Pemilu berlangsung lancar tanpa hambatan.
"Kami telah memploting personel berdasarkan tingkat kerawanan. Fokus kami adalah memastikan semua TPS, termasuk yang rawan, dapat melaksanakan pemungutan suara dengan aman," jelas Resky.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Polres Kotim optimistis bahwa pelaksanaan Pemilu 2024 di Kabupaten Kotawaringin Timur akan berjalan aman dan lancar. (DEWI PATMALASARI/H)









