PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Madrasah Ibtidaiyah Negeri atau MIN 5 Kota Palangka Raya yang berlokasi di Jalan Cilik Riwut Km. 32, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, mengadakan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin atau P5RA.

Acara ini menampilkan presentasi hasil karya siswa di hadapan seluruh siswa dan orang tua. 

Kegiatan dimulai dengan penampilan siswa kelas IV yang membuat kincir air dari stik es krim, dilanjutkan dengan siswa kelas VI yang membuat rak, meja, dan kursi dari kardus dan botol minuman bekas.

Kepala MIN 5 Kota Palangka Raya, Muhamad Asran Dirun, dalam sambutannya menyatakan bahwa P5RA bukan hanya tentang hasil karya, tetapi juga tentang nilai-nilai yang dapat dikembangkan oleh siswa.

Asran menjelaskan bahwa nilai-nilai yang diambil dari P5RA meliputi keimanan, ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan akhlak mulia.

"Siswa diingatkan untuk tidak lalai dalam melaksanakan sholat lima waktu dan bekerja dengan niat beramal agar pekerjaan mereka bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Selain itu, siswa juga diajarkan untuk mandiri dan tidak bergantung pada guru atau orang tua dalam mengerjakan proyek," kata Asran kepada Borneonews pada Sabtu, 23 November 2024.

Nilai kreativitas juga ditekankan dalam proyek ini, di mana semua ide dan pelaksanaannya berasal dari siswa sendiri. Asran menambahkan bahwa nilai Rahmatan lil 'Alamin yang bisa dikembangkan adalah Ta’addub atau beradab, di mana siswa harus mendahulukan adab ketimbang ilmu. Para ulama sepakat bahwa orang yang beradab lebih utama daripada orang yang berilmu.

Selain itu, nilai keteladanan atau qudwah dan tasamuh atau toleransi juga diajarkan. Siswa diharapkan bisa menjadi contoh teladan yang baik bagi orang lain dan menghormati perbedaan suku, agama, dan ras dalam lingkup ritual ibadah serta tradisi budaya. Kegiatan P5RA kali ini mengangkat tema "Gaya Hidup Berkelanjutan", dengan karya seni dari pemanfaatan barang bekas.

Dalam rangkaian kegiatan P5RA, madrasah juga menggelar market day yang diikuti oleh siswa kelas IV. Mereka menjual berbagai makanan dan minuman tradisional seperti es cincau gula aren, puding jagung, nasi goreng, mie goreng, risoles, dan jeli. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa dan guru, yang berharap kegiatan serupa dapat terus ditingkatkan untuk memberikan pengalaman berharga bagi siswa. (TESTI PRISCILLA/H)