BORNEONEWSA, Kapuas - Kapuas akan melakukan tes urine kepada semua pihak, untuk membuktikan Kapuas bebas dari Narkoba. Sebelumnya, tes urine dilaksanakan untuk para Pejabat ekselon II dan III. Dengan semangat itu Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kapuas melaksanakan kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan berwawasan anti narkoba bagi instansi Pemerintahan, Rabu (7/9/2016) Pagi, di Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas.
Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Kapuas, H Muhajirin yang juga Ketua BNNK Kapuas, diikuti para pendidik di Kapuas. Dalam sambutannya Ketua BNNK tersebut menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada BNNP Kalteng karena sudah bersedia menyelenggarakan kegiatan itu di Kabupaten Kapuas.
“Kegiatan seperti ini merupakan suatu kegiatan mulia sebagai bukti pergerakan kita dari apa yang sudah disampaikan oleh Presiden Jokowi mengenai Indonesia Darurat Narkoba,” ungkapnya.
Darurat berarti merupakan suatu keadaan yang mengkhawatirkan hal tersebut di karenakan narkoba sama sekali tidak menganal golongan baik kaya ataupun miskin.
Ia juga menyampaikan sebagaimana gerakan yang telah dilakukan dulu yaitu pemeriksaan tes urin untuk para Pejabat ekselon II dan III maka kedepannya juga akan diadakan tes urin kembali kepada semua pihak untuk membuktikan bahwa Kapuas bebas dari Narkoba, “Karena jika kita tidak salah kenapa harus takut,” ungkap muhajirin secara lantang.
“Kegiatan seperti ini dilakukan supaya kita sama-sama tahu mengenai bahaya narkoba jadi kita bisa mengingatkan kepada keluarga, saudara serta murid-murid untuk menjauhi dan memerangi narkoba karena tanggung jawab kita untuk membentuk generasi muda yang lebih baik dan handal serta bebas dari narkoba,” lanjutnya.
Sebelumnya disampaikan laporan oleh Ketua BNNP Kalteng Antonius Kadarmanta bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas bentuk perhatian BNN terhadap kondisi Indonesia 11 tahun terkahir yaitu 4,2 Juta masyarakat yang terkena narkoba bahkan 33 orang setiap harinya di kabarkan meninggal karna narkoba. Sedangkan untuk dikalteng data pada tahun 2004 ada sebanyak 21 ribu pengguna dan pada tahun 2015 ada sebanyak 35 ribu penguna hal tersebut menunjukan adanya peningkatan dalam penyalah gunaan narkoba.
“diharapkan dengan adanya kegiatan Asistensi Penguatan Pembangunan berwawasan anti narkoba bagi instansi Pemerintahan para peserta nantinya dapat menyelamatkan para pelajar kita supaya bersih dari semua jenis obat-obatan terutama obat golongan G yaitu Jenit yang akhir-akhir ini sangat mererahkan,” ungkapnya. Ia juga menjelaskan bahwa obat golongan G tersebut juga sangat berbahaya karena bisa merusak otak. (DJEMMY NAPOLEON/N).








