BORNEONEWS, Sampit – Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah menegaskan pentingnya penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi pangan lokal.
Menurutnya, ketahanan pangan adalah isu strategis yang harus menjadi prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.
"Ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah harus dikurangi. Upaya ini bisa dilakukan dengan pengembangan teknologi pertanian, pemberdayaan petani lokal, dan diversifikasi produk pangan. Langkah ini akan memastikan ketahanan pangan yang lebih mandiri dan berkelanjutan," ujar Riskon, Minggu, 24 November 2024.
Fraksi Golkar juga mengusulkan agar pemerintah daerah memfasilitasi pembentukan koperasi atau kelompok tani dan perikanan.
"Pembentukan koperasi akan memperkuat akses petani terhadap permodalan, pasar, dan teknologi. Hal ini penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing petani lokal," tambah Riskon.
Selain pemberdayaan petani, penguatan infrastruktur pertanian menjadi perhatian khusus. Riskon menyoroti pentingnya pengembangan irigasi dan perbaikan akses jalan menuju lahan pertanian.
"Infrastruktur yang baik akan mendukung efektivitas distribusi hasil pertanian, sehingga petani dapat menikmati hasil yang lebih optimal," jelasnya.
Riskon juga menekankan, program ketahanan pangan ini selaras dengan program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui Hasta Cita Presiden.
Program ini menjadi bagian dari persiapan Kotim sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dan menuju Indonesia Emas 2045.
Fraksi Golkar berharap pemerintah mulai mengalokasikan anggaran yang memadai untuk program ketahanan pangan sejak tahun anggaran 2025.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Kabupaten Kotawaringin Timur diharapkan dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan lokal. (DEWI PATMALASARI/R)









