KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pengembangan Obat Tradisional (P2OT) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah telah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas. 

Tim P2OT yang dipimpin oleh Kepala UPT Marlinae, bersama Kasi Laboratorium Tanaman Obat Tradisional Sabar Deyulita, disambut langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Jum’atil Fajar.

Kunjungan ini bertujuan strategis untuk memperkuat sinergi antara P2OT dan pelaku usaha lokal dalam mendorong pengembangan obat tradisional. 

Dalam pertemuan tersebut, tim P2OT juha memberikan pembinaan terkait produksi simplicia yang sesuai standar dan halal. 

Sekretaris Dinas Kesehatan Kapuas, Jum’atil Fajar menyambut baik inisiatif ini dan berharap kerja sama dengan P2OT dapat mendukung pelaku usaha di Kapuas dalam menghasilkan produk obat tradisional berkualitas. 

"Langkah ini harapannya akan memperkuat kontribusi Kabupaten Kapuas dalam pengembangan obat tradisional di tingkat provinsi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal," katanya, Minggu, 24 November 2024.

Sebelumnya, Marlinae menjelaskan bahwa fasilitas P2OT juga menyediakan layanan pengolahan tanaman obat tradisional, sehingga bahan baku lokal dapat diolah menjadi produk siap edar.

Selain itu, Marlinae memaparkan potensi P2OT sebagai pusat edukasi dan wisata berbasis tanaman obat khas Kalimantan Tengah. Dengan mengedepankan kekayaan alam lokal, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal dan memanfaatkan tanaman obat tradisional untuk kebutuhan pengobatan berbasis tradisi. (DODI/j)