BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, melakukan pemantauan debit air di beberapa titik, berdasarkan hasil pemantauan TRC BPBD Palangka Raya genangan air terjadi di beberapa titik, namun aktivitas warga tetap berjalan normal.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, melaporkan bahwa genangan air terpantau di Jalan Tumbang Rungan, Kelurahan Tumbang Rungan, Kecamatan Pahandut. Ketinggian air dilaporkan sekitar 32 meter di bawah ambang batas normal (batas normal sekitar 60 meter dari dasar sungai).
Warga setempat melaporkan penurunan ketinggian air sekitar 2 sentimeter, dan genangan masih berada di bawah permukaan jalan. Di lokasi lain, yaitu di sekitar SMP Negeri Satu Atap 8, ketinggian air tercatat sekitar 35 sentimeter di bawah lantai sekolah.
"Meskipun terjadi genangan air, aktivitas warga di sekitar Jalan Tumbang Rungan tetap berjalan normal, kondisi ini menunjukkan bahwa banjir yang terjadi tidak terlalu signifikan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara luas," katanya, Senin, 25 November 2024.
Sementara itu, di Kawasan Wisata Pahandut Seberang, Kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut, terpantau genangan air dengan ketinggian sekitar 18 sentimeter di atas badan jalan. Genangan air tersebut merendam lima titik jalan dengan panjang antara 20 hingga 50 meter.
Meskipun lima titik jalan terendam, aktivitas warga di Kawasan Wisata Pahandut Seberang juga dilaporkan tetap normal. Hal ini menunjukkan bahwa dampak banjir di wilayah ini juga relatif minimal.
BPBD Kota Palangka Raya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan keamanan warga.
"Meskipun aktivitas warga tetap normal, kami tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi peningkatan debit air," pungkasnya. (PATHUR/j)








