BORNEONEWS, Sampit - Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengalami penurunan pada tahun 2024. Data Dinas Sosial (Dinsos) Kotim mencatat, ada 36 orang ODGJ yang ditangani sejak Januari hingga November 2024.
"Untuk tahun 2023 lalu jumlah ODGJ yang kami tangani sebanyak 54 orang. Sehingga jumlahnya bisa dikatakan menurun untuk tahun ini," kata Kepala Dinas Sosial Kotim Hawianan melalui Pekerja Sosial Ahli Muda Sumidi, Senin, 25 November 2024.
Sumidi menjelaskan bahwa dalam penanganan ODGJ, Dinsos Kotim bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit dan sejumlah rumah sakit lainnya di Kalimantan Tengah. ODGJ yang membutuhkan perawatan akan dirawat di rumah sakit tersebut hingga kondisi kejiwaannya membaik. Setelah dinilai pulih, mereka dikembalikan ke daerah asal.
"Sebagian ada yang dari luar Kotim juga, dan setelah mendapat perawatan dinilai membaik, kami kembalikan ke tempat keluarganya," ucapnya.
Penurunan jumlah ODGJ yang ditangani menunjukkan adanya peningkatan dalam upaya penanganan ODGJ di Kotim. Meski demikian, Dinsos Kotim tetap waspada dan terus berupaya meningkatkan strategi untuk memastikan semua ODGJ mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan mental yang memadai.
--page
"Terkait ini perlu ditekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam upaya penanganan ODGJ. Stigma negatif terhadap ODGJ masih menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama. Dengan pemahaman dan empati yang lebih baik, masyarakat dapat berperan aktif dalam membantu proses pemulihan dan reintegrasi sosial ODGJ ke dalam lingkungannya," tutup Sumidi. (DEVIANA/Y)









