PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 7.200 personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan Tempat Pemungutan Suara (TPS) selama Pilkada Kalimantan Tengah (Kalteng).

Pelepasan personel secara resmi dilakukan oleh Panglima Kodam XII/Tanjung Pura, Mayjen TNI Iwan Setiawan, dan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Irjen Pol Djoko Poerwanto, pada Senin lalu.

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Djoko Poerwanto, menjelaskan bahwa 7.200 personel tersebut terdiri dari 5.200 anggota Polri dan 2.000 anggota TNI.  Personel gabungan ini akan disebar ke seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan forum koordinasi pimpinan daerah untuk memastikan kesiapan pengamanan, termasuk menyiapkan personel kesehatan untuk melakukan pengecekan kesehatan rutin bagi para petugas pengamanan TPS.

Irjen Pol Djoko Poerwanto menekankan pentingnya kesehatan sebagai kunci utama keberhasilan operasi pengamanan ini.

Kapolda juga berpesan agar seluruh personel menjaga sinergitas yang erat dengan TNI dan segera menindak setiap gangguan yang berpotensi mengganggu jalannya pemilihan kepala daerah.

"Tunjukkan bahwa negara hadir untuk melayani masyarakat.  Kita harus pastikan pelaksanaan Pilkada berjalan lancar, aman, dan damai," tegasnya.

Sementara itu, Pangdam XII/Tanjung Pura, Mayjen TNI Iwan Setiawan, menginstruksikan kepada seluruh petugas gabungan untuk menjalin sinergi guna mendeteksi potensi gangguan.  Pihaknya juga telah menyiapkan personel cadangan untuk membantu jika terjadi kendala di lapangan.

"Mayjen TNI Iwan Setiawan juga menekankan pentingnya keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi seluruh personel,  mengingatkan mereka untuk menyempatkan beribadah meskipun dalam kesibukan tugas," pungkasnya. (PATHUR/H)