BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Penulisan Cerita Pendek Berbahasa Dayak Ngaju Tunas Bahasa Ibu 2024 pada 19-23 November 2024.
Acara yang berlangsung di Aula Imperial, Hotel Aquarius Boutique, Palangka Raya ini dihadiri oleh 36 peserta yang terdiri dari siswa dan guru pendamping dari enam kabupaten/kota.
"Kabupaten/kota yang berpartisipasi adalah Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Kapuas, dan Kabupaten Kotawaringin Timur," kata Kepala Balai Bahasa Kalteng, Muhammad Muis kepada Borneonews pada Senin, 25 November 2024.
Peserta kemah cerpen ini kata Muis merupakan tunas bahasa ibu yang telah mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Mereka mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan menulis cerita pendek dalam bahasa Dayak Ngaju.
"Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah dan meningkatkan keterampilan menulis di kalangan generasi muda," tutur Muis lagi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh tim KKLP Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, dengan Eva Yenita Syam sebagai pemantau.
Kehadiran tim ini menunjukkan komitmen Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendukung pelestarian bahasa dan sastra daerah.
Eva Yenita Syam menyampaikan apresiasinya terhadap semangat dan antusiasme para peserta dalam mengikuti kegiatan ini.
Selama lima hari, peserta mengikuti berbagai sesi pelatihan dan workshop yang dipandu oleh para ahli dan praktisi bahasa.
Mereka belajar teknik-teknik menulis cerita pendek, mulai dari pengembangan ide hingga penyuntingan naskah.
Selain itu, peserta juga berkesempatan untuk berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dalam menulis cerita pendek berbahasa daerah.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar peserta dari berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi duta bahasa yang mampu menginspirasi generasi muda lainnya untuk mencintai dan melestarikan bahasa daerah mereka.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah berharap para peserta dapat terus mengembangkan keterampilan menulis mereka dan berkontribusi dalam pelestarian bahasa Dayak Ngaju.
Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam upaya menjaga kekayaan budaya dan bahasa daerah di Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/R)









