BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan Kemah Penulisan Cerita Pendek Berbahasa Dayak Ngaju Tunas Bahasa Ibu 2024 resmi dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis.
Dalam sambutannya, Muis menekankan bahwa hasil dari kegiatan ini akan menghasilkan buku antologi cerpen berbahasa daerah yang bermutu dan berkualitas.
"Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan menulis cerpen mereka agar menjadi lebih baik," kata Muis dalam keterangan resminya pada Senin, 25 November 2024.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk melatih para siswa SD dan SMP agar lebih intensif dalam menulis cerita pendek berbahasa daerah.
"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program revitalisasi bahasa daerah yang telah dilaksanakan di berbagai kabupaten dan kota," terang Muis.
Kegiatan ini didampingi oleh tiga orang narasumber yang juga berperan sebagai kurator. Mereka bertanggung jawab untuk mendampingi siswa dalam menulis cerpen, serta memoles dan mengurasi bahasa agar karya mereka layak cetak dan pantas dibaca oleh khalayak.
"Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat lebih terampil dalam menulis cerpen berbahasa daerah, sehingga dapat melestarikan dan mengembangkan bahasa Dayak Ngaju," tutur Muis lagi.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka melalui tulisan.
Para narasumber yang berpengalaman akan memberikan bimbingan intensif, sehingga setiap karya yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
"Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan menulis, tetapi juga pada upaya pelestarian bahasa daerah. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan ini, diharapkan generasi muda akan lebih mencintai dan menghargai bahasa serta budaya daerah mereka sendiri," tutupnya.(TESTI PRISCILLA/R)









