PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya memastikan keamanan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di bantaran Sungai Kahayan menjelang Pilkada.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD telah melakukan patroli dan pengecekan debit air di sejumlah wilayah rawan banjir.  Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi.

Pemantauan difokuskan pada beberapa TPS di Kelurahan Pahandut Seberang, Tanjung Pinang, Taliu Baru, Bereng Bengkel, dan Kameloh Baru.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sebagian besar TPS berada dalam kondisi aman dari ancaman banjir.  Di TPS RT.03 RW.01 Kelurahan Pahandut Seberang, misalnya, ketinggian debit air berada 50 sentimeter di bawah badan jalan dan aktivitas warga berjalan normal.

Di TPS RT.05 RW.02 Desa Tanjung Pinang, debit air berada 30 sentimeter di bawah lantai rumah warga terendah.  Kondisi serupa juga ditemukan di TPS Desa Taliu Baru, dengan ketinggian air 15 sentimeter di bawah lantai rumah terendah.

"Meskipun demikian, di Taliu Baru terdapat dua dapur rumah warga yang hampir tenggelam karena posisi dapur yang miring," kata Heri, Selasa, 26 November 2024.

Situasi sedikit berbeda di Kelurahan Bereng Bengkel.  Dari dua TPS yang ada, satu TPS berada di halaman Ruang Pintar yang aman dari genangan, sementara TPS lainnya harus dipindahkan dari halaman SMPN Satu Atap 9 Palangka Raya karena tergenang air setinggi 30 sentimeter.

Kelurahan Kameloh Baru juga memiliki dua TPS.  Satu TPS berada di hilir kampung yang aman, sementara TPS lainnya yang berada di halaman SMPN Satu Atap 8 Palangka Raya juga dalam kondisi aman dari banjir.

"BPBD Palangka Raya terus memantau debit air dan kondisi TPS di wilayah rawan banjir.  Mereka memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana dan menjamin kelancaran proses Pilkada.  Aktivitas warga di sekitar TPS yang dipantau tercatat berjalan normal," pungkasnya. (PATHUR/j)