BORNEONEWS, Palangka Raya – Staf Ahli (Sahli) Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Yuas Elko mencatat prestasi Kalteng dalam menjaga inflasi daerahnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) menghitung angka inflasi Kalteng berada pada angka 0,18 persen pada pekan ketiga (M3) bulan November 2024.
“Sesuai paparan BPS Kalimantan Tengah berada pada urutan ke 17 terendah inflasi di Indonesia yakni sebesar 0,18 persen,” ungkap Yuas dalam keteragannya, baru baru ini.
Menurutnya hal ini patut disyukuri bersama karena inflasi Kalteng masih aman dan cukup terkendali, tapi tetap tidak boleh lengah terutama menjelang hari besar.
Sebagai informasi, menjaga stabilitas inflasi memiliki peran penting dalam perekonomian. Inflasi tidak selalu buruk, tetapi dampaknya tergantung pada tingkat dan penyebabnya.
Inflasi yang moderat dapat menjadi tanda pertumbuhan ekonomi, karena biasanya mencerminkan meningkatnya permintaan barang dan jasa. Namun, inflasi yang terlalu tinggi (hiperinflasi) atau terlalu rendah (deflasi) dapat menimbulkan masalah.
Inflasi yang terkendali (sekitar 2-3% per tahun) justru dianggap baik karena mendorong konsumsi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, peran kebijakan moneter sangat penting untuk menjaga inflasi agar tetap stabil dan tidak merugikan masyarakat. (HERMAWAN DP/j)









