PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - UPT Museum Balanga Kalimantan Tengah (Kalteng) rutin melaksanakan Ritual Mamapas Manyadingen Ramu.

Tradisi khas masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah ini bertujuan membersihkan energi negatif dan memohon berkah serta keselamatan kepada Tuhan dan leluhur.

Ritual itu mencerminkan kearifan lokal yang erat kaitannya dengan spiritualitas, penghormatan terhadap alam dan solidaritas komunitas.

“Ritual Mamapas Manyadingen Ramu bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan benda-benda koleksi Museum Balanga yang memiliki nilai magis dan sakral bagi masyarakat Dayak Kalteng,” kata Kadisbudpar Adiah Chandra Sari, baru baru ini.

Koleksi tersebut seperti mandau, tombak, balanga, sangku, sapundu, malawen dan benda koleksi museum Balanga lainnya.

--page 

Melalui kegiatan ini diharapkan benda-benda tersebut tidak memberikan pengaruh buruk bagi masyarakat yang berkunjung ke Museum Balanga Kalimantan Tengah.

Sebagai informasi, ritual Mamapas Manyadingen Ramu pada tahun ini dilaksanakan pada 23-25 November 2024 terbagi menjadi tiga rangkaian acara.

Hari pertama, melaksanakan kegiatan Mamapas Ramu dan Manarung Sahur Parapah. Hari kedua, melaksanakan kegiatan Pemotongan Hewan Kurban, Menyucikan (manyaki) atau Manyadingen Ramu (koleksi), Marawei Sahur dan Ngarunya Sahur.

Hari ketiga, melaksanakan kegiatan Penanaman Kepala Hewan Kurban dan Pabuli Sangiang. Pelaksanaan Ritual Mamapas Manyadingen Ramu dipimpin oleh tujuh orang Basir atau rohaniawan Hindu Kaharingan. (HERMAWAN DP/Y)