KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Kapuas resmi meluncurkan program pemasangan tambahan kamera CCTV di dalam Kota Kuala Kapuas, Selasa, 26 November 2024.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Pilkada Kabupaten Kapuas Tahun 2024.

Program ini merupakan lanjutan dari ujicoba pemasangan dua titik kamera CCTV pada akhir tahun 2023 lalu. 

Pada November 2024, Diskominfosantik menambah lima titik baru, sehingga total terdapat tujuh kamera CCTV yang beroperasi. 

“Setelah masa ujicoba selama satu tahun dan sistem dinyatakan berjalan baik, kami melanjutkan program dengan menambah lima titik pantau CCTV di dalam kota Kuala Kapuas,” ujar Kepala Diskominfosantik, Hartoni.

--page

Selain mendukung kamtibmas, pemasangan CCTV ini juga menjadi bagian dari implementasi program Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang menjadi katalis bagi pengembangan konsep Smart City. 

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Polres Kapuas untuk mendukung penguatan kamtibmas di kota ini,” jelas Hartoni.

Ia menambahkan, titik pemasangan awal difokuskan di lingkungan Diskominfosantik, Bundaran Besar, dan Bundaran Kecil sebagai area vital.

Kapolres Kapuas melalui Kasatreskrim AKP Abdul Kadir Jailani menyambut baik pemasangan CCTV ini. “Melalui CCTV, beberapa tindak pidana berhasil diungkap. Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga kamtibmas,” ujarnya. 

Ia juga menyarankan agar pemasangan CCTV diperluas ke titik rawan kejahatan lainnya. Sementara, Syahrin Noor selaku Petugas Teknis Pengawasan Sistem CCTV, menjelaskan bahwa tujuh lokasi titik pantau berada di area strategis Kota Kuala Kapuas, yaitu, Jalan Pemuda (depan Kantor Bupati Kapuas), Jalan Trans Kalimantan (Jembatan Pulau Petak).

--page

Lalu, Bundaran Besar, Simpang Adipura, Jalan Kartini (Rumah Jabatan Bupati Kapuas), Jalan Trans Kalimantan (Jembatan Pulau Telo) dan Bundaran Raja Bunu (Bundaran Kecil).

“Seluruh kejadian di lokasi tersebut dapat terpantau 24 jam nonstop melalui jaringan metro intranet yang terintegrasi ke server pusat kendali data Diskominfosantik,” jelas Syahrin. (DODI/Y)