BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas melaunching program Integrasi Layanan Primer (ILP) terintegrasi dengan Si Kilap (Strategi menuju Kapuas sehat dengan Implementasi Layanan Primer) pada Selasa, 26 November 2024.
Kegiatan peluncuran program ILP berlangsung di Puskemas Melati ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Pj Bupati Kapuas, Darliansjah didampingi Sekda Kapuas Septedy dan Kepala Dinas Kesehatan Kapuas dr Tonun Irawaty Panjaitan.
Turut dihadiri Ketua Tim Kerja Kesehatan Tradisional pada Direktorat Tata Kelola Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI Ribka Ivana dan perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng.
Dalam sambutannya, Pj Bupati Kapuas menyampaikan bahwa Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dijamin oleh Pemerintah.
Dalam kerangka transformasi Kesehatan Nasional, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/2015/2023 tentang petunjuk teknis integrasi pelayanan Kesehatan primer.
--page
"Kabupaten Kapuas berkomitmen penuh untuk menghadirkan layanan Kesehatan yang terintegrasi, berkualitas dan berkesinambungan," katanya.
Program Sikilap merupakan wujud nyata komitmen ini. Sebagai bagian dari enam pilar transformasi Kesehatan Nasional, SIKILAP bertujuan untuk memperbaiki akses dan mutu pelayanan Kesehatan dari Puskesmas hingga Posyandu, bahkan juga menjangkau fasilitas Kesehatan swasta.
"Kita ingin memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat di Kapuas mendapatkan pelayanan Kesehatan yang mudah diakses, terjangkau dan berkualitas,” ucapnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, dr Tonun Irawaty Panjaitan, mengatakan ILP terintegrasi dengan Si Kilap ini sebagai wujud strategi transformasi layanan kesehatan berbasis digital dan koloboratif.
“Impementasi program ini terkait dengan Si Kilap akan melibatkan unit pelayanan kesehatan, seperti puskesmas, pustu, posyandu serta rumah sakit daerah, klinik swasta hingga praktek mandiri,” ucap Tonun.
--page
Kemudian, lanjut dr Tonun, ada kolaborasi desa dengan masyarakat. Kemudian ada pemanfaatan teknologi serta penguatan koordinasi antar instansi untuk memantau hasil impementasi
“Dari 26 puskesmas, ada sebanyak 20 puskesmas yang sudah melaksanakan Si Kilap, diharapkan 6 puskesmas lain segera akan berproses,” ujarnya. (DODI/Y)









