BORNEONEWS, Sampit - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memusnahkan surat suara lebih dan rusak pada H-1 pemilihan kepala daerah (Pilkada), Selasa, 26 November 2024.
Proses pemusnahan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan surat suara.
Ketua KPU Kotim Muhammad Rifqi menjelaskan, pemusnahan dilakukan terhadap surat suara yang lebih dan rusak setelah melalui proses sortir beberapa waktu lalu.
"Surat suara yang kelebihan kirim, termasuk yang rusak hasil sortir, harus dimusnahkan H-1 sebelum pemungutan suara," kata Rifqi.
Berdasarkan data, untuk surat suara gubernur terdapat total 318.028 lembar dalam komdisi baik, 45 lembar rusak dan 25 lembar lebih. Sementara itu, surat suara untuk bupati berjumlah 320.028 lembar termasuk 2.000 surat suara untuk pemungutan suara ulang (PSU) dalam kondisi baik kemudian ditemukan 33 lembar rusak dan tidak ada kelebihan.
Sehingga, secara keseluruhan, total surat suara yang dimusnahkan sebanyak 103 lembar, terdiri dari 78 lembar rusak dan 25 lembar lebih.
“Pemusnahan ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan surat suara. Setelah proses penghitungan, sortir, dan distribusi selesai, kelebihan surat suara harus dimusnahkan tepat pada waktunya, yaitu H-1 sebelum pemungutan suara,” tambah Rifqi.
Sebelumnya, proses sortir dilakukan dengan bantuan aplikasi Sistem Informasi Logistik (Silok). Aplikasi ini memantau kebutuhan surat suara, baik dari penyedia maupun distribusi ke KPU, sehingga kekurangan dapat segera diatasi.
Sementara itu, Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kotim Rihel yang turut hadir dalam pemusnahan tersebut mengatakan proses ini harus dilakukan agar tidak terjadi kecurigaan kepada aparat.
"Mungkin bisa jadi ada kecurigaan kerja sama mencoblos dimana-mana, itu akan menimbulkan sesuatu hal yang tak diinginkan sehingga potensi kecurangan penyalahgunaan surat suara. Semoga Pilkada berjalan lancar. Kita juga telah monitor distribusi logistik di wilayah pedalaman hari minggu sudah diterima dan senin sudah bergeser menggunakan kelotok," tandas Rihel. (DEWI PATMALASARI/H)









