PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memusnahkan sisa surat suara pilkada serentak 2024, Selasa, 26 November 2024 sore.

Pemusnahan dilakukan di halaman belakang kantor KPU Kobar dengan cara dibakar, disaksikan oleh Penjabat (Pj.) Bupati Kobar Budi Santosa, Kapolres Kobar AKBP Yusfandi Usman, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Erlan Munaji, serta jajaran Forkopimda Kobar lainnya.  

Ketua KPU Kobar, Chaidir, menjelaskan bahwa sisa surat suara yang dimusnahkan terdiri atas 41 lembar untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, serta 20 lembar untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kobar.  

"Pemusnahan ini dilakukan untuk menghindari potensi penyalahgunaan sisa surat suara. Semua sudah kami hitung dan pastikan tidak ada yang tercecer. Kami ingin memastikan pelaksanaan Pilkada berjalan transparan, aman, dan jujur," jelas Chaidir.  

Selain itu, Chaidir juga mengimbau masyarakat Kobar agar berpartisipasi aktif pada hari pemungutan suara yang digelar, Rabu, 27 November 2024.  

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kotawaringin Barat untuk besok mulai pukul 07.00 pagi berbondong-bondong datang ke TPS. Gunakan hak pilih Anda dan pilihlah pasangan calon sesuai hati nurani," jelas Chaidir.  

Chaidir juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilih pemimpin yang akan membawa masa depan daerah.

"Mari kita sadari bahwa pilihan ini adalah bentuk penyerahan kedaulatan kita kepada pemimpin yang akan membawa arah pembangunan Kabupaten Kobar dan Provinsi Kalteng. Pilihlah dengan tulus, tanpa mengharapkan imbalan apa pun," tambahnya.  

Kepada kedua pasangan calon, Chaidir turut menyampaikan imbauan agar menjadikan Pilkada ini sebagai ajang demokrasi yang sehat dan bermartabat. 

"Kami berharap pasangan calon fokus meraih simpati rakyat dengan cara yang benar, tanpa ada janji-janji atau praktik yang mencederai demokrasi," jelas Chaidir.

Chaidir optimistis Pilkada Serentak 2024 di Kobar dan Kalimantan Tengah dapat berlangsung sesuai harapan masyarakat, dengan hasil yang mencerminkan keinginan rakyat.

"Semoga semua proses pemilihan berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar dipercaya oleh masyarakat," pungkasnya.  (WAHYU KRIDA/H)