PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - CV Smart Batik Indonesia, sebuah usaha kecil menengah atau UKM dari Yogyakarta, memperkenalkan batik sawit ramah lingkungan pada Innovation Festival atau InnovFest Suzhou 2024 di China.

Acara ini berlangsung dari 18 hingga 20 November 2024 dan diselenggarakan oleh National University of Singapore Research Institute atau NUSRI Suzhou, dengan dukungan dari NUS Enterprise.

InnovFest Suzhou merupakan festival inovasi dan kewirausahaan internasional yang menghubungkan perusahaan teknologi Tiongkok dengan inovasi dari luar negeri.

Pada 2024, InnovFest Suzhou mengusung tema AI & Digitalisasi dan Keberlanjutan. Smart Batik Indonesia diwakili oleh CEO Miftahudin Nur Ihsan dan COO Dinar Indah Lufita Sari.

Mereka memperkenalkan batik sawit yang menggunakan malam yakni lilin batik dari kelapa sawit dan pewarna alami.

"Produk ini dikembangkan dalam kemitraan dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS dan berbagai mitra lainnya," kata Ihsan dalam keterangan resminya pada Selasa, 26 November 2024.

Miftahudin Nur Ihsan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada NUSRI Suzhou dan LPDP RI atas kesempatan yang diberikan.

Ia menjelaskan bahwa selama setahun terakhir, Smart Batik telah mengembangkan industri batik ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi jalan pembuka untuk mengenalkan Batik Indonesia ke seluruh dunia," ujar Ihsan, yang juga merupakan alumni penerima beasiswa LPDP MBA UGM.

Dinar Indah Lufita Sari menambahkan bahwa selama kegiatan di China, mereka memberikan edukasi tentang batik Indonesia dan konsep bisnis 3P yang mereka jalankan, yaitu mempertimbangkan people, profit, dan planet.

"Kami ingin menunjukkan bahwa bisnis dapat berjalan dengan mempertimbangkan kesejahteraan manusia, keuntungan, dan kelestarian lingkungan," ungkap Dinar, yang saat ini sedang menempuh studi S3 Ilmu Kimia di UGM.

Sementara itu, Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah, memberikan apresiasi kepada tim Smart Batik. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi UKMK lainnya untuk terus memperkenalkan produk-produk berbasis sawit.

"Semoga ini dapat ikut membantu mengkampanyekan kebaikan sawit," kata Helmi.

Dengan partisipasi di InnovFest Suzhou 2024, Smart Batik Indonesia tidak hanya memperkenalkan produk inovatifnya, tetapi juga memperkuat posisi batik sebagai warisan budaya yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang baru bagi industri batik Indonesia di pasar internasional.(TESTI PRISCILLA/R)