BORNEONEWS, Barito Timur - Jelang Hari Raya Idul Adha 2016, harga ayam potong mengalami kenaikan dari Rp30 ribu menjadi Rp32 ribu per kilogram. Sedangkan harga beras masih stabil dengan kisaran per gantang/berat isi 3,5 kilogram Rp50 ribu.
Kenaikan harga ini dinilai pedagang warung makan kaki lima (PKL) di Pasar Temenggoeng Djaja Kartie, di Tamiang Layang, Romiati (29) tidak terlalu signifikan. Biasanya pada tahun sebelumnya penaikan harga ayam potong perkilogramnya dari harga Rp30 ribu rupiah naik secara berangsur-angsur hingga Rp40 ribu per kilogram.
"Kenaikan harga ayam potong sebanyak Rp2 ribu per kilogram tidak terlalu signifikan, diharapkan tidak mengalami kenaikan harga lagi," ucap Romiati, di Tamiang Layang, Kamis (8/9/2016).
Sementara pedagang beras di Pasar Temenggoeng Djaja Kartie, di Tamiang Layang, Dian (28) mengatakan, harga beras hingga saat ini masih stabil. Perkiraan stabilnya harga beras yang dijual tersebut hingga berakhirnya Hari Raya Idul Adha nanti di September 2016 ini.
"Stabilnya harga jelang Hari Raya Idul Adha lantaran animo masyarakat menyambut datangnya hari besar dimaksud tidak seantusias seperti datangnya Hari Raya Idul Fitri," katanya kepada Borneonews, di Tamiang Layang.
Adapun beras jenis beras yang dijual di pasar seperti Mayang Gambut, Unus Taba, Mayang Super, Lungkung Jawa, Buyung Gunung, Lungku Hanyar dan lain sebagainya masih stabil seperti biasanya. Sedangkan harga jual beras di maksud bervariasi tergantung jenis berasnya.
Ia mencontohkan, harga beras Mayang Super pergantangnya Rp60 ribu rupiah, Mayang Gambut Rp55 ribu rupiah, Lungku Hanyar Rp30 ribu rupiah, Lungkung Jawa Rp45 ribu rupiah.
"Jenis beras yang dijual dimaksud di atas adalah jenis beras yang paling banyak di beli oleh para konsumen di Kabupaten Bartim,"demikian pungkasnya. (Amar Iswani/N).








