PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, pengamanan distribusi logistik pemilu di daerah-daerah pelosok Kalimantan Tengah menjadi perhatian utama. Dalam upaya memastikan kelancaran dan keamanan pemilu, Babinsa (Bintara Pembina Desa) dari Kodim 1016 Palangka Raya, bersama anggota Polri, terlibat dalam pengawalan distribusi logistik pilkada melalui jalur sungai, khususnya di daerah terpencil seperti Kelurahan Kameloh Baru, Kecamatan Sabangau.

Pendistribusian logistik pilkada ke daerah-daerah yang sulit dijangkau jalur darat memang menjadi tantangan tersendiri. Salah satunya adalah pengiriman ke Kelurahan Kameloh Baru, yang terletak jauh dari perkotaan. Menurut Peltu Slamet, Babinsa 1016-01/Pahandut, pengiriman melalui jalur sungai memang memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan jalur darat, namun hal ini dianggap sebagai solusi terbaik untuk menjangkau daerah tersebut.

"Sungai menjadi satu-satunya jalur transportasi yang dapat diandalkan untuk memastikan logistik sampai tepat waktu dan dalam kondisi aman," kata Slamet.

Pengawalan yang dilakukan oleh Babinsa bersama Polri tidak hanya bertujuan untuk menjaga kelancaran distribusi, tetapi juga untuk mengantisipasi segala potensi gangguan yang dapat menghambat pengiriman logistik pilkada. Keamanan logistik menjadi prioritas utama agar proses pemilu berlangsung dengan aman, tanpa adanya penyalahgunaan atau kecurangan.

Selama perjalanan, Babinsa memastikan setiap aspek perjalanan logistik tetap dalam pengawasan ketat. Bahkan, mereka terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pihak keamanan lokal, untuk memastikan kesiapan mereka dalam menerima logistik dengan baik.

"Pengawalan distribusi logistik ini merupakan bagian dari komitmen kita untuk memastikan Pilkada berjalan dengan aman dan tertib," jelas Slamet. "Dengan pengawalan yang ketat, diharapkan tidak ada hambatan yang terjadi di lapangan."

Selain pengawalan melalui jalur sungai, Babinsa juga mengawasi distribusi logistik melalui jalur darat di Kecamatan Sabangau. Pengawalan ini melibatkan banyak pihak, termasuk anggota Polri yang turut menjaga keamanan proses distribusi. Salah satu tantangan terbesar dalam pengiriman logistik pilkada adalah jarak yang jauh dari perkotaan, seperti yang ada di kawasan Kelurahan Kameloh Baru, Bereng Bengkel, dan Danau Tundai.

Meskipun perjalanan berlangsung cukup lama dan melalui medan yang menantang, Babinsa bersama petugas Polri memastikan logistik pilkada tiba di Tempat Pemungutan Suara (TPS) tepat waktu, tanpa kendala. Mereka juga terus mengingatkan warga setempat tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pendistribusian ini.

Dengan adanya pengawalan distribusi logistik yang ketat, harapannya Pilkada 2024 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tanpa gangguan. Warga di daerah-daerah tersebut pun diharapkan dapat melaksanakan hak pilih mereka dengan nyaman, demi memilih pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palangka Raya, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah untuk periode 2025-2030.

"Keamanan distribusi logistik adalah bagian yang tak terpisahkan dari keberhasilan pilkada itu sendiri," tambah Slamet. "Kami berkomitmen agar pemilu berjalan dengan sukses di seluruh wilayah, tanpa ada gangguan apapun."