BORNEONEWS, Palangka Raya – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya melakukan patroli dan pengecekan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kawasan rawan banjir serta pemantauan debit air di wilayah Kota Palangka Raya pada tahun 2024.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, menyampaikan hasil pemantauan di beberapa lokasi.
Di Jalan Petuk Ketimpun, Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, terdapat lima TPS. Empat TPS berada di lokasi aman, namun TPS 1 yang berada di SDN 1 Petuk Ketimpun terdampak genangan air di halaman sekolah.
Sekitar 25 persen Daftar Pemilih Tetap (DPT) TPS 1 berasal dari kampung atas dan harus melewati jalan terendam banjir setinggi 30 sentimeter untuk mencoblos, Kondisi ini menjadi kendala bagi warga.
"Di Jalan Danau Rangas Ujung, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, debit air berada 10 sentimeter di bawah badan jalan. Aktivitas warga normal dan semua TPS aman dari banjir," kata Heri Fauzi, Rabu, 27 November 2024.
Kondisi berbeda di Jalan Pelatuk VI, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, dengan ketinggian air 46 sentimeter di atas badan jalan sepanjang 300 meter. Warga menggunakan perahu untuk beraktivitas, namun semua TPS tetap aman dari banjir.
Di Jalan Mendawai dan Jalan Anoi, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, ketinggian air masing-masing 30 sentimeter di atas dan 50 sentimeter di bawah badan jalan. Aktivitas warga normal dan semua TPS di kedua jalan tersebut aman dari banjir.
Patroli dan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran proses pemungutan suara di tengah kondisi geografis Kota Palangka Raya yang rawan banjir.
"BPBD Palangka Raya berkomitmen untuk terus memantau dan memberikan dukungan agar proses pemilihan berjalan lancar dan aman," pungkasnya. (PATHUR/j)









