BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Tokoh muda asal Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Monica Putri Rasyid, turut menunjukkan partisipasi aktif dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Monica mencoblos di TPS 14, Kelurahan Mendawai, pada Rabu, 27 November 2024, bersama kakaknya, Jemmy Adriyanor.
Usai menggunakan hak pilihnya, Monica mengungkapkan harapannya kepada para calon pemimpin yang akan terpilih. Ia menekankan pentingnya integritas, kejujuran, dan kapasitas dalam memimpin daerah.
"Semoga yang menang bisa membawa Kalimantan Tengah dan Kotawaringin Barat menjadi lebih baik lagi. Kita butuh pemimpin yang punya integritas, kejujuran, dan kapasitas untuk memajukan daerah," ujar Monica kepada awak media.
Monica menyoroti perlunya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Menurutnya, perhatian pemerintah tidak boleh hanya terfokus pada kota-kota besar, seperti Palangka Raya dan Sampit, tetapi juga harus merangkul wilayah-wilayah lain.
“Bukan hanya fokus ke kota-kota besar saja seperti Palangka Raya atau Sampit, tapi juga daerah-daerah lain seperti Barito, Sukamara, dan wilayah pelosok lainnya. Semua wilayah harus merasakan dampak pembangunan yang adil,” tambahnya.
Monica berharap Pilkada kali ini menghasilkan pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat. Ia menilai keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda, sangat penting dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Pilkada ini momentum penting untuk kita semua. Mari kita gunakan hak pilih kita dan bersama-sama mendukung pemimpin yang nantinya harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, dengan memberikan perhatian merata kepada seluruh wilayah di Kalimantan Tengah," pungkasnya. (DANANG/j)
Monica Putri Harapkan Pemenang Pilkada Prioritaskan Pembangunan Merata
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Komentar (0)
Memuat komentar…







