BORNEONEWS, Palangka Raya – Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Sri Widanarni, mengingatkan perlunya mencermati alokasi anggaran Land Acquisition and Resetlement Action Plan (LARAP) atau laporan analisis dampak sosial lingkungan tahap I Bendungan Muara Juloi.
Ia menekankan terkait dengan kebutuhan anggaran yang harus dialokasikan untuk Larap Tahap I akan dipertimbangkan agar bisa terpenuhi untuk masyarakat lokal yang ada disana.
“(Termasuk) segala adat istiadat, budaya dan kearifan lokal masyarakat sangat penting untuk digarisbawahi,” ungkap Sri saat rangkaian Ekspos Laporan Akhir Larap Tahap I Bendungan Muara Juloi, baru baru ini.
Selanjutnya, Sri mengingatkan pembangunan bendungan akan dilakukan secara secara nasional sehingga peran pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif.
Dengan begitu saat pembangunan akan dilaksanakan mulai dari pembebasan lahan sampai pada pembangunannya bisa berjalan dengan baik dan lancar.
--page
“Hal ini menjadi tanggungjawab kita bersama, baik Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten Murung Raya yang menjadi lokasi Bendungan Muara Juloi ini,” tandasnya. (HERMAWAN DP/Y)









