BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar rapat evaluasi dan validasi data Viral Load HIV tahun 2024 guna mendukung percepatan penanggulangan HIV/AIDS.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kalteng, Yaesar Wawan, menyebutkan bahwa infeksi HIV dan IMS masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global.
Ia menekankan pentingnya strategi “95-95-95” sebagai komitmen pemerintah dalam mengakhiri AIDS pada tahun 2030.
“Pemerintah berkomitmen mengakhiri AIDS pada tahun 2030,” ungkap Yaesar Wawan saat mewakili Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul dalam rapat evaluasi, beberapa waktu lalu.
Yaesar mengatakan target yang ingin dicapai 95 persen Orang dengan HIV (ODHIV) mengetahui status HIV, 95 persen ODHIV mendapatkan terapi ARV, dan 95 persen ODHIV yang mendapat terapi ARV mengalami supresi virus.
Dinkes Provinsi Kalteng mencatat capaian pemeriksaan Viral Load HIV hingga Oktober 2024 baru mencapai 44 persen dari target 65 persen, dengan 435 hasil tersupresi dari total 472 tes.
Evaluasi ini diharapkan memberikan data akurat dan rekomendasi strategis untuk meningkatkan capaian. (HERMAWAN DP/H)









