BORNEONEWS, Kotim - Yusnianur (40), wasit korban pemukulan hingga pingsan, oleh salah satu pemain SAS FC berinisial FA, saat memimpin pertandingan tim Zebra FC Vs SAS FC, akan lapor polisi. Pihak keluarga warga Gg Nilam Sari, Jalan Cristopel Mihing, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur itu, tak terima perlakuan tidak pantas itu. Korban kini dalam perawatan di RSUD Dr Murjani Sampit.
“Intinya saya tidak terima pemukulan itu, dan segera melapor ke Mapolres Kotim, menuntut pertanggungjawaban dari pelaku,” ujar istri korban, Siti Marfuah (35), saat ditemui Borneonews, Rabu (7/9/2016) malam.
Menurut Siti Marfuah, tindakan FA yang membogem sang suami hingga pingsan, dan kini kritis di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Murjani Sampit, seharusnya tidak boleh terjadi. Karena, Yusnianur bertindak sebagai pengadil di lapangan futsal, dan sedang menjalankan tugas.
Tidak terimanya Siti juga bukan tanpa sebab, sejak Selasa (6/9/2016) malam hingga Kamis (8/9/2016) pagi, sang suami tak kunjung bisa berbicara dengan keluarganya. Dia khawatir bogeman pemain SAS FC tersebut berakibat fatal terhadap otak suaminya.
“Sejak kemaren dia hanya memberikan isyarat saja kepada kami, sehingga hal itu sangat menghawatirkan saya. Takut tidak bisa ngomong dan lupa dengan keluarganya,” ungkap Siti.
Siti juga mengatakan, bahwa apa yang dialami suaminya tersebut baru pertama kali terjadi sejak 10 tahun menjadi wasit di turnamen futsal maupun sepak bola. Hal itu membuatnya sangat terpukul. Apalagi uang bayaran yang diharapkan dari seorang pengadil hanyalah sedikit. Tidak sebanding dengan risiko yang bisa terjadi.
“Satu kali pertandingan itu hanya Rp50 ribu, dan dalam satu malam suami saya hanya memimpin dua laga pertandingan. Sehingga itu cukup sedikit dibanding biaya berobat akibat pukulan pemain itu,” kata Siti, yang menunjukkan raut muka kesedihannya.
Pemukulan tersebut dilakukan pemain SAS berinisial FR, saat korban memimpin pertandingan antara tim pelaku melawan Zebra FC. Pelaku tidak terima dengan hukuman kartu kuning yang diberikan oleh korban, yang pada akhirnya nekat membogem kepala bagian belakang, hingga mengalami pingsan. (M. HAMIM/N).








