KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP-3APPKB) Kabupaten Kapuas, dr Tri Setyautami, menegaskan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai langkah strategis untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga. 

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Pembinaan Kewirausahaan Desa Ramah Perempuan dan Anak (DRPPA) di Desa Pulau Telo dan Desa Maluen.

Menurut Tri, perempuan yang mandiri secara ekonomi memiliki posisi lebih kuat dalam keluarga dan masyarakat, yang pada akhirnya mampu menekan potensi terjadinya kekerasan domestik.

"Pemberdayaan ekonomi tidak hanya meningkatkan kemandirian perempuan, tapi juga memperkuat posisi mereka dalam keluarga, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan harmonis," ujarnya, Kamis, 28 November 2024.

Kegiatan yang dihadiri 50 pelaku usaha perempuan dari kedua desa ini bertujuan mendukung inisiatif Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak yang telah berjalan sejak September 2023. 

--page

Para peserta mendapatkan pelatihan khusus dari Tim Greenery Business Coaching, Palangka Raya, untuk mengembangkan usaha mereka dan meningkatkan kontribusi ekonomi keluarga.

Selain itu, Program KOMPAK Kapuas (Komitmen Masyarakat dan Pemerintah untuk Perlindungan Perempuan dan Anak) juga diangkat sebagai tema utama dalam acara tersebut. 

Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan keluarga dan menciptakan perlindungan efektif bagi perempuan dan anak.

Tri Setyautami mengapresiasi sinergi berbagai pihak, termasuk Forum Puspa Provinsi Kalimantan Tengah, Bank Kalteng, serta Dinas Sosial dan PMPTSP, dalam mendukung agenda pemberdayaan perempuan di Kabupaten Kapuas. 

"Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja sama lintas sektor mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang lebih sejahtera dan bebas dari kekerasan," pungkasnya. (DODI/Y)