BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada Oktober 2024, seluruh provinsi di Pulau Kalimantan mengalami peningkatan Nilai Tukar Petani atau NTP yang signifikan.
"Kenaikan ini merupakan indikator positif bagi kesejahteraan petani di wilayah Kalteng," kata Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Kamis, 28 November 2024.
Untuk Kalimantan Barat, katanya, mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,88 persen, diikuti oleh Kalimantan Tengah dengan 2,11 persen. Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur juga mengalami kenaikan meskipun lebih kecil, masing-masing sebesar 0,63 persen, 0,42 persen, dan 0,02 persen.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian atau NTUP juga mengalami peningkatan di seluruh provinsi di Kalimantan.
"Kalimantan Barat kembali mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,76 persen, diikuti oleh Kalimantan Tengah dengan 1,93 persen," terangnya.
Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0,67 persen, 0,27 persen, dan 0,23 persen.
Agnes Widiastuti menjelaskan bahwa kenaikan NTP dan NTUP ini menunjukkan adanya perbaikan dalam harga jual produk pertanian yang diterima oleh petani.
--page
"Kenaikan ini mencerminkan bahwa petani mendapatkan harga yang lebih baik untuk produk mereka, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar Agnes.
Secara keseluruhan, Kalimantan Barat mencatat nilai NTP dan NTUP tertinggi pada Oktober 2024, dengan NTP sebesar 162,35 dan NTUP sebesar 166,36. Sebaliknya, Kalimantan Selatan memiliki nilai terendah dengan NTP sebesar 113,21 dan NTUP sebesar 113,98.
"Kalimantan Tengah menempati posisi ketiga tertinggi se-Kalimantan baik untuk NTP sebesar 128,02 maupun NTUP sebesar 130,78," katanya.
Agnes menambahkan bahwa ini adalah indikasi positif bahwa sektor pertanian di Kalimantan Tengah semakin kuat dan mampu bersaing dengan provinsi lain di Kalimantan.
Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan kesejahteraan petani di Kalimantan akan terus membaik.
"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa petani mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/Y)









