BORNEONEWS, Muara Teweh – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi, dan UKM Kabupaten Barito Utara (Barut) menggelar sosialisasi mengenai penyusunan Rencana Tenaga Kerja (RTK) Mikro tahun 2024 di sebuah cafe di Muara Teweh, Kamis, 28 November 2024.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Nakertranskop UKM Barito Utara, M Mastur, Koordinator PTK Mikro Pusrenaker Barenbang Kementerian Ketenagakerjaan RI, Rusita Danudilaga, S.Kom, M.Si (secara virtual), serta perwakilan perusahaan dari sektor pertambangan, perkebunan, HPH, dan BUMN/BUMD di Barito Utara.
Mastur, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa RTK Mikro adalah upaya sistematis dalam merencanakan kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan sektor industri. Perencanaan ini bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan tenaga kerja secara optimal, meningkatkan produktivitas perusahaan, serta mendukung pencapaian kinerja yang tinggi.
“RTK Mikro menjadi instrumen penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih luas dan meningkatkan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Mastur.
Mastur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menyusun rencana ketenagakerjaan. Penciptaan lapangan kerja yang lebih terencana dapat membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Barito Utara.
Mastur mengimbau seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Barito Utara untuk segera menyusun buku perencanaan tenaga kerja mikro yang akan mempermudah pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara berkala.
“Dengan rencana yang jelas, kita bisa menghadirkan data kebutuhan tenaga kerja yang lebih akurat, yang pada akhirnya akan menciptakan lebih banyak peluang kerja dan mengoptimalkan potensi tenaga kerja lokal,” tambahnya.
Kabid Ketenagakerjaan, Ronald Aprianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 32 perwakilan perusahaan dari sektor pertambangan, perkebunan, dan HPH. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perencanaan tenaga kerja, serta mendorong partisipasi aktif dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Program ini bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran, meningkatkan kualitas tenaga kerja, serta mendorong pembangunan ekonomi daerah dan nasional melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” kata Ronald.
Mastur juga mengajak perusahaan yang sudah memiliki rencana tenaga kerja untuk memperbaharui dan menyempurnakan perencanaan mereka, sehingga dapat lebih sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.
“Perusahaan diharapkan dapat secara aktif melaporkan informasi ketenagakerjaan seperti lowongan pekerjaan, penempatan tenaga kerja, dan status hubungan kerja kepada Disnakertranskop UKM Barito Utara, untuk memastikan keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengelolaan ketenagakerjaan,” tambahnya. (RAMADHANI/H)









