PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa frekuensi penerbangan di Kalimantan Tengah selama September 2024 mengalami penurunan sebesar 1,44 persen dibandingkan dengan Agustus 2024.

Jumlah penerbangan turun dari 1.247 penerbangan pada Agustus menjadi 1.229 penerbangan pada September 2024.

Meskipun terjadi penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, frekuensi penerbangan pada September 2024 masih lebih tinggi dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun 2023 dan 2022.

"Ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas penerbangan secara tahunan meskipun ada fluktuasi bulanan," ujar Agnes Widiastuti pada Kamis, 28 November 2024.

Penurunan frekuensi penerbangan ini juga diikuti oleh penurunan jumlah penumpang. Data BPS menunjukkan bahwa jumlah penumpang angkutan udara mengalami penurunan sebesar 4,91 persen, dari 120.262 orang pada Agustus 2024 menjadi 114.358 orang pada September 2024. Penurunan ini mencakup penumpang yang berangkat dan datang.

Selain penurunan jumlah penumpang, volume arus barang yang menggunakan angkutan udara juga mengalami penurunan sebesar 6,99 persen. Penurunan ini mencakup volume barang bagasi dan bukan bagasi yang dimuat dan dibongkar di bandara-bandara di Kalimantan Tengah.

Agnes Widiastuti menambahkan bahwa penurunan ini perlu menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk meningkatkan kembali aktivitas penerbangan dan pelayanan kepada penumpang.

"Kami berharap adanya upaya dari berbagai pihak untuk mengatasi penurunan ini dan meningkatkan kembali frekuensi penerbangan serta jumlah penumpang," tambahnya.

Dengan adanya data ini, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pihak maskapai untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas penerbangan di Kalimantan Tengah. "Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tutur Agnes. (TESTI PRISCILLA/H)