BORNEONEWS, Palangka Raya - Pada, 24 September 2024 lalu, Gereja Maranatha mengalami kebakaran yang mengakibatkan kerusakan parah. Sebagai langkah awal untuk memulai pembangunan kembali, diadakan acara kebaktian singkat penurunan salib baru-baru ini.
Acara ini dihadiri oleh warga jemaat dan tokoh masyarakat setempat, termasuk Ketua Badan Usaha dan Aset Gereja Kalimantan Evangelis atau GKE yang juga Ketua Pembangunan Gereja Maranatha, Rawing Rambang, yang memberikan pandangannya mengenai rencana pembangunan gereja tersebut.
Dalam sambutannya, Rawing Rambang menyampaikan bahwa kebaktian ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap gereja yang telah berdiri selama bertahun-tahun, tetapi juga sebagai simbol harapan untuk masa depan.
"Penurunan salib ini menandai awal dari perjalanan baru bagi Gereja Maranatha. Kami berharap pembangunan gereja ini dapat berjalan lancar sesuai harapan warga jemaat dan semua pihak," ujarnya kepada Borneonews pada Kamis, 28 November 2024.
Rencana pembangunan kembali Gereja Maranatha tidak hanya bertujuan untuk menggantikan bangunan yang rusak, tetapi juga untuk menjadikannya sebagai ikon atau episentrum Gereja Kalimantan Evangelis. Rawing Rambang menekankan pentingnya peran gereja dalam kehidupan masyarakat dan berharap gereja yang baru nanti dapat menjadi pusat kegiatan rohani dan sosial bagi jemaat.
Selain itu, Rawing Rambang juga mengajak seluruh warga jemaat untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan ini.
"Dengan dukungan dan kerjasama dari semua pihak, kami yakin pembangunan gereja ini akan berjalan dengan baik. Semoga dengan pertolongan Tuhan Yesus Kristus, kita dapat mewujudkan gereja yang lebih baik dan lebih kuat," tambahnya.
Acara kebaktian singkat tersebut diisi dengan doa bersama dan nyanyian pujian, yang menambah khidmat suasana. Warga jemaat yang hadir tampak antusias dan penuh semangat untuk mendukung rencana pembangunan kembali gereja mereka.
Dengan adanya rencana pembangunan kembali ini, diharapkan Gereja Maranatha dapat kembali menjadi tempat ibadah yang nyaman dan aman bagi jemaatnya.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan gereja ini hingga selesai. Semoga Tuhan memberkati setiap langkah yang kita ambil," tutup Rawing Rambang. (TESTI PRISCILLA/H)









