SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 24 Kepala Keluarga (KK) di Desa Sei Ubar Mandiri Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur harus mengungsi karena kediamannya dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter dari permukaan tanah. 

"Air mulai naik sekitar pukul 02.00 WIB. Hingga kini, debit air masih terus naik," ujar Kades Sei Ubar Mandiri, Andereka Setiadi, Kamis, 28 November 2024.

Ketinggian air terus meningkat dan telah merendam 120 KK dari total 320 KK. Sebanyak 24 KK dari RT 4 dan RT 5 terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan rumah ibadah. 

"Ketinggian air di Kantor Desa saat ini mencapai 30-50 sentimeter, bahkan di beberapa RT ada yang mencapai 1 meter dari permukaan tanah. Kondisi terparah terjadi di RT 2, di mana jalan tenggelam dengan ketinggian satu meter," ungkapnya.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum seperti kantor desa dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di desa tersebut juga terendam air. Banjir ini disebabkan oleh kiriman air dari hulu Sungai Ubar yang bermuara ke Sungai Cempaga.

"Kami berharap banjir ini segera surut dan warga dapat kembali beraktivitas normal, " harapnya. (DEVIANA/R)