PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa pada September 2024 terjadi peningkatan nilai ekspor pada sejumlah negara tujuan ekspor jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2023.

"Peningkatan nilai ekspor terbesar tercatat untuk Jepang sebesar US$93,64 juta, yang naik sebesar 192,99 persen," kata Agnes pada Kamis, 28 November 2024.

Selain itu, katanya, Korea Selatan juga mencatat peningkatan signifikan dengan nilai ekspor sebesar US$49,51 juta, naik sebesar 325,94 persen.

Namun, tidak semua negara tujuan ekspor mengalami peningkatan. Beberapa negara justru mengalami penurunan nilai ekspor, dengan penurunan terbesar terjadi untuk tujuan Tiongkok senilai US$23,30 juta, turun sebesar 41,18 persen.

"Penurunan ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam permintaan pasar internasional," ujar Agnes.

Vietnam juga mengalami penurunan nilai ekspor sebesar US$17,29 juta, turun 73,14 persen.

Secara keseluruhan, nilai ekspor Kalimantan Tengah pada September 2024 mencapai US$318,08 juta, naik 36,16 persen dibandingkan dengan Agustus 2024. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan ekspor pada kelompok bahan bakar mineral, karet, dan barang dari karet.

"Kami berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah," kata Agnes.

Agnes Widiastuti juga menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada beberapa negara tujuan utama.

"Dengan diversifikasi pasar, kita dapat mengurangi risiko penurunan nilai ekspor yang disebabkan oleh fluktuasi permintaan di satu negara," ujarnya.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dan keberlanjutan ekspor Kalimantan Tengah. Dengan adanya data ini, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor dari Kalimantan Tengah.

"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tuturnya.

Penurunan dan peningkatan nilai ekspor ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi semua pihak terkait untuk terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor dari Kalimantan Tengah.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung para peneliti dan akademisi dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas," katanya. (TESTI PRISCILLA/j)