PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Proses penulisan buku cerita anak dwibahasa yang dikerjakan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah bersama 25 penulis lokal masih berlangsung. Penulis dan Editor Buku Anak, sekaligus Founder Litara, Eva Nukman yang juga narasumber bagi para penulis ini menekankan pentingnya membuat buku cerita anak yang menyenangkan bagi anak-anak. Menurutnya, buku cerita anak harus mampu menarik minat baca anak dan memberikan pengalaman yang menyenangkan.

"Menulis buku anak itu tujuannya adalah melayani pembaca cilik sehingga penulis buku anak harus paham cara berpikir anak-anak," ujar Eva Nukman pada Jumat, 29 November 2024.

Eva menjelaskan bahwa untuk menciptakan buku cerita yang menyenangkan, penulis harus memahami dunia anak-anak dan cara mereka berpikir.

"Anak-anak memiliki imajinasi yang luas dan rasa ingin tahu yang tinggi. Buku cerita yang baik harus mampu merangsang imajinasi mereka dan menjawab rasa ingin tahu tersebut. Oleh karena itu, penulis perlu menyusun cerita yang menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak," tambahnya.

Selain itu, Eva juga menekankan pentingnya ilustrasi dalam buku cerita anak. Ilustrasi yang menarik dan sesuai dengan cerita dapat membantu anak-anak lebih memahami dan menikmati cerita yang dibacanya.

"Ilustrasi yang baik dapat membuat cerita menjadi lebih hidup dan menarik bagi anak-anak," kata Eva.

Ilustrasi juga dapat membantu anak-anak yang belum lancar membaca untuk tetap menikmati cerita melalui gambar-gambar yang ada.

Eva juga menyarankan agar penulis buku anak rajin membaca buku-buku anak lainnya untuk mendapatkan inspirasi dan memahami tren terbaru dalam dunia literatur anak.

"Jika ingin menulis buku anak maka harus lebih dahulu rajin membaca. Jika sudah rajin membaca barulah setelahnya dituangkan dalam bentuk tulisan dan melanjutkan prosesnya," tuturnya.

Dengan demikian, penulis dapat menciptakan cerita yang relevan dan menarik bagi anak-anak.

Dalam proses penulisan, Eva menekankan pentingnya revisi dan feedback. "Penulis harus terbuka terhadap kritik dan saran untuk memperbaiki karyanya. Dengan begitu, buku cerita yang dihasilkan akan semakin berkualitas dan menyenangkan bagi anak-anak," jelasnya lagi.

Proses revisi ini juga dapat membantu penulis untuk melihat kekurangan dan kelebihan dari cerita yang telah dibuat.

Dengan menciptakan buku cerita yang menyenangkan, diharapkan dapat meningkatkan minat baca anak-anak dan membantu mereka mengembangkan imajinasi serta keterampilan berpikir kritis.

"Buku cerita anak yang menyenangkan tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan memberikan nilai-nilai positif bagi perkembangan anak," tutur Eva Nukman. (TESTI PRISCILLA/j)