BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa selama September 2024 terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan udara hampir di seluruh bandara yang ada di Kalimantan Tengah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
"Penurunan ini terjadi di Bandara Iskandar Pangkalan Bun sebesar 8,61 persen, dari 44.795 orang menjadi 40.939 orang. Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya juga mengalami penurunan sebesar 5,04 persen, dari 65.520 orang menjadi 62.221 orang. Sementara itu, bandara lainnya mengalami penurunan sebesar 0,44 persen, dari 4.585 orang menjadi 4.565 orang," kata Agnes pada Jumat, 29 November 2024.
Namun, lanjutnya, Bandara H. Asan Sampit justru mengalami peningkatan jumlah penumpang sebesar 23,70 persen, dari 5.362 orang menjadi 6.633 orang.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya pergerakan penumpang yang signifikan di Bandara H. Asan Sampit," ujar Agnes Widiastuti.
Peningkatan ini menjadi sorotan di tengah penurunan jumlah penumpang di bandara lainnya.
Secara keseluruhan, jumlah penumpang angkutan udara di Kalimantan Tengah mengalami penurunan sebesar 4,91 persen, dari 120.262 orang pada Agustus 2024 menjadi 114.358 orang pada September 2024. Penurunan ini mencakup penumpang yang berangkat dan datang.
"Penurunan ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam aktivitas penerbangan di wilayah kami," tambah Agnes.
Meskipun terjadi penurunan jumlah penumpang, frekuensi penerbangan pada September 2024 justru mengalami peningkatan sebesar 27,89 persen dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Frekuensi penerbangan meningkat dari 961 penerbangan pada September 2023 menjadi 1.229 penerbangan pada September 2024.
"Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas penerbangan secara tahunan," jelasnya.
Agnes Widiastuti menambahkan bahwa penurunan jumlah penumpang ini perlu menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk meningkatkan kembali aktivitas penerbangan dan pelayanan kepada penumpang.
"Kami berharap adanya upaya dari berbagai pihak untuk mengatasi penurunan ini dan meningkatkan kembali jumlah penumpang," ujarnya.
Upaya kolaboratif antara pemerintah, maskapai, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini.
Dengan adanya data ini, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas penerbangan di Kalimantan Tengah.
"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tutur Agnes Widiastuti. (TESTI PRISCILLA/j)









