PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Helmi Muhansyah, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah program untuk mendukung diversifikasi sawit agar bernilai tambah. Program-program ini mencakup berbagai inovasi produk turunan sawit, seperti helm sawit, parafin sawit, baterai dari limbah sawit yang dikembangkan oleh ITB, dan pengawet buah.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung diversifikasi sawit agar dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar," ujar Helmi pada Jumat, 29 November 2024.

Helmi juga menyebutkan bahwa ada riset yang menunjukkan kandungan sawit memiliki kesamaan dengan air susu ibu, terutama dalam hal kandungan vitamin E dan A yang tinggi.

"Ini bisa dijadikan bagian untuk program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo sebagai suplemen," ungkapnya.

Hal ini menunjukkan potensi sawit sebagai sumber nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Selain itu, BPDPKS juga memiliki program UKMK naik kelas yang bertujuan untuk membantu usaha kecil dan menengah dalam mengembangkan produk-produk berbasis sawit. Program ini mencakup pelatihan untuk membuat batik, lilin, dan sabun.

"Kami berharap teman-teman di Malang bisa menjadi bagian mitra UKM sawit," tutur Helmi.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pendapatan para pelaku usaha kecil dan menengah.

Helmi menambahkan bahwa diversifikasi produk sawit tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Produk-produk turunan sawit yang ramah lingkungan, seperti helm sawit dan parafin sawit, dapat mengurangi limbah dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Kami terus mendorong inovasi dan penelitian untuk menghasilkan produk-produk sawit yang berkualitas dan berkelanjutan," tambahnya.

BPDPKS juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan dan penelitian, untuk mengembangkan teknologi dan produk baru berbasis sawit.

"Kolaborasi ini sangat penting untuk menciptakan inovasi yang dapat memberikan manfaat maksimal dari potensi sawit," jelas Helmi.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan diversifikasi sawit dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Dengan adanya program-program ini, BPDPKS berharap dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit dan pelaku usaha kecil dan menengah, serta mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

"Kami berkomitmen untuk terus mendukung diversifikasi sawit dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat," tutur Helmi.(TESTI PRISCILLA/j)