BORNEONEWS, Palangka Raya - CEO PT Interstisi Material Maju, Andika Kristinawati, telah memulai pengembangan limbah sawit sebagai produk turunan yang telah dipasarkan secara komersial. Perusahaan berhasil melakukan pengolahan Tandan Kosong Kelapa Sawit atau TKKS menjadi serat yang dapat dijadikan bahan dasar pembuatan helm. Helm yang dibuat perusahaan ini bermerek GC yakni Green Composite dan terbagi atas tiga fungsi yaitu helm safety, helm trendy, dan helm healthy.
Produksi helm ramah lingkungan ini juga menurut Andika didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS.
"Helm ini termasuk produk bio composite serta berpenguat serat alam. Keunggulan Helm GC berkontribusi dalam pengurangan limbah dan hasil ujinya lebih bisa meredam benturan," kata Andika menjelaskan keunggulan helm GC ini pada Jumat, 29 November 2024.
Dukungan dari BPDPKS menurutnya menunjukkan komitmen untuk mendukung inovasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sejak 2017 hingga saat ini, helm GC sudah diperjualbelikan ke hampir seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, baik melalui pesanan satuan maupun pre order atau PO.
"Kami sangat bangga dengan pencapaian ini dan berharap dapat terus memperluas pasar helm GC," ujar Andika.
Helm GC telah mendapatkan respon positif dari konsumen karena kualitas dan keunggulannya dalam meredam benturan.
Andika juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengembangan produk berbasis limbah sawit.
"Dengan memanfaatkan limbah sawit, kami tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga menciptakan produk yang bernilai tambah tinggi," tambahnya.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mengembangkan produk ramah lingkungan.
Selain itu, Andika berharap bahwa helm GC dapat menjadi inspirasi bagi industri lain untuk mengembangkan produk berbasis bahan alami dan ramah lingkungan.
"Kami ingin menunjukkan bahwa limbah sawit memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk yang bermanfaat dan berkelanjutan," jelasnya.
Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah yang baik.
Dengan adanya dukungan dari BPDPKS dan inovasi yang terus dikembangkan, PT Interstisi Material Maju optimis dapat terus berkontribusi dalam pengurangan limbah dan peningkatan nilai tambah produk sawit.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung inovasi dan pengembangan produk ramah lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat luas," tutur Andika.
Sementara itu, Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi BPDPKS, Helmi Muhansyah mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah program untuk mendukung diversifikasi sawit agar bernilai tambah. Selain helm sawit, ada juga parafin sawit, lalu baterai dari limbah sawit dari ITB, pengawet buah.
“Ada riset yang menunjukkan sawit kandungannya sama dengan air susu ibu, besar vitamin E dan A-nya. Ini bisa dijadikan bagian untuk program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo sebagai suplemen,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, BPDPKS juga punya program UKMK naik kelas untuk dapat membuat membatik, buat lilin, dan sabun.
"Kami berharap semakin banyak UKMK yang bisa menjadi bagian mitra UKM sawit,” tutur Helmi. (TESTI PRISCILLA/j)









