BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa dibandingkan dengan Agustus 2024, layanan transportasi ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah pada September 2024 mengalami penurunan signifikan.
"Nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah tercatat sebesar US$29,37 juta, turun dari kontribusi 32,02 persen menjadi 9,23 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya fluktuasi dalam aktivitas ekspor di Kalteng," kata Agnes pada Jumat, 29 November 2024.
Terdapat tiga pelabuhan utama yang melayani ekspor di Kalimantan Tengah selama September 2024, yaitu Pelabuhan Kumai, Pelabuhan Sampit, dan Pelabuhan Pulang Pisau. Total nilai ekspor melalui Pelabuhan Kumai mencapai US$24,19 juta, Pelabuhan Sampit sebesar US$3,74 juta, dan Pelabuhan Pulang Pisau sebesar US$1,43 juta.
"Penurunan ini perlu menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk meningkatkan kembali aktivitas ekspor melalui pelabuhan-pelabuhan ini," ujar Agnes.
Sementara itu, layanan ekspor melalui pelabuhan di provinsi lain mencapai US$288,71 juta atau 90,77 persen dari total nilai ekspor Kalimantan Tengah. Sebagian besar ekspor ini dilakukan melalui Pelabuhan Banjarmasin dengan nilai sebesar US$206,67 juta atau 71,58 persen dari total nilai ekspor Kalimantan Tengah.
"Peningkatan kontribusi pelabuhan di provinsi lain menunjukkan adanya pergeseran aktivitas ekspor," tambah Agnes.
Penurunan nilai ekspor melalui pelabuhan di Kalimantan Tengah ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas pelabuhan.
"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," jelasnya.
Evaluasi berkala dan penerapan strategi yang tepat diharapkan dapat mengatasi tantangan ini.
Dengan adanya data ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas layanan pelabuhan di Kalimantan Tengah.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung para pelaku usaha dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengiriman barang melalui pelabuhan," ujar Agnes.
Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini. Penurunan layanan transportasi ekspor ini diharapkan dapat menjadi perhatian bagi semua pihak terkait untuk terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pelabuhan di Kalimantan Tengah.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung para peneliti dan akademisi dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat luas," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









