PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penumpang angkutan udara di Kalimantan Tengah pada September 2024 terkonsentrasi di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Bandara ini mencatat 54,41 persen dari total penumpang angkutan udara di wilayah tersebut.

"Bandara Tjilik Riwut menjadi pusat utama aktivitas penumpang di Kalimantan Tengah," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti pada Jumat, 29 November 2024.

Selain Bandara Tjilik Riwut, Bandara Iskandar Pangkalan Bun juga mencatat jumlah penumpang yang signifikan, yaitu sebesar 35,80 persen. Bandara H. Asan Sampit menyusul dengan 5,80 persen, dan bandara lainnya mencatat 3,99 persen dari total penumpang.

"Distribusi penumpang ini menunjukkan peran penting dari beberapa bandara utama di Kalimantan Tengah," tambah Agnes.

Sementara itu, total volume arus barang yang mencapai 1.968 ton juga terdistribusi melalui beberapa bandara di Kalimantan Tengah. Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya kembali menjadi yang terdepan dengan 74,19 persen dari total volume arus barang.

"Bandara Tjilik Riwut tidak hanya menjadi pusat penumpang, tetapi juga pusat arus barang di wilayah ini," jelas Agnes Widiastuti.

Bandara Iskandar Pangkalan Bun mencatat 19,77 persen dari total volume arus barang, sementara Bandara H. Asan Sampit mencatat 5,03 persen. Bandara lainnya mencatat 1,01 persen dari total volume arus barang.

"Distribusi arus barang ini menunjukkan pentingnya peran beberapa bandara dalam mendukung logistik dan transportasi di Kalimantan Tengah," kata Agnes.

Agnes Widiastuti menambahkan bahwa konsentrasi penumpang dan arus barang di beberapa bandara utama ini perlu menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas bandara.

"Kami berharap adanya upaya dari berbagai pihak untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas layanan di bandara-bandara ini," ujarnya.

Upaya kolaboratif antara pemerintah, maskapai, dan pihak terkait lainnya sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini.

Dengan adanya data ini, diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dan pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas bandara di Kalimantan Tengah.

"Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)