PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kinerja APBN hingga Oktober 2024 masih menunjukkan keseimbangan primer positif dengan surplus sebesar Rp97,1 triliun, menjadi bukti pengelolaan fiskal yang tangguh di tengah tekanan global.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Tengah, Wawan Juswanto, menjelaskan bahwa meskipun APBN mencatatkan defisit Rp309,2 triliun atau 1,37 persen dari PDB, pendapatan negara berhasil mencapai Rp2.247,5 triliun dengan belanja sebesar Rp2.556,7 triliun.

“Kinerja APBN 2024 tidak terlepas dari perekonomian dan suasana politik global,” kata Wawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat 29 November 2024.

Ia menegaskan pemerintah tetap optimis penerimaan negara terutama dari sektor perpajakan akan tercapai sampai dengan akhir tahun.

APBN akan terus bekerja keras sebagai shock absorber, menjadi pahlawan yang melindungi perekonomian, daya beli masyarakat, dan mendukung program pemerintahan Kabinet Merah Putih.

“Pemerintah berkomitmen akan terus mewaspadai berbagai risiko global dan merumuskan kebijakan untuk menjaga kepentingan Indonesia,” ungkap Wawan. (HERMAWAN DP/H)