PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Realisasi pendapatan APBN Kalimantan Tengah hingga 31 Oktober 2024 mencapai Rp8.371,8 miliar, namun mengalami penurunan sebesar Rp31,7 miliar.

Penurun sekitar 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya ini akibat kontraksi pada sektor pertambangan dan penggalian.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Tengah, Wawan Juswanto, menyebutkan turunnya Harga Batubara Acuan (HBA) menjadi faktor utama yang memengaruhi penurunan penerimaan PBB sebesar Rp207,4 miliar atau 16,6 persen.

“Kontraksi sektor pertambangan hingga 28,4 persen berdampak signifikan pada penerimaan PBB dari sektor tersebut,” kata Wawan dala keterangn tertulisnya, Jumat, 29 November 2024.

Meski begitu, penerimaan dari sektor lainnya menunjukkan peningkatan, seperti PPN yang naik Rp373 miliar atau 14,5 persen, didorong oleh tingginya aktivitas ekonomi dan penerapan tarif baru. Realisasi bea keluar juga mulai mencatatkan kenaikan sebesar 3,7 persen, seiring dengan stabilnya harga referensi CPO.

Selain itu, penerimaan Hibah Dalam Negeri melonjak tajam sebesar Rp176,6 miliar atau 13.451,6 persen, sebagian besar digunakan untuk mendukung penyelenggaraan Pilkada 2024. Kenaikan ini diharapkan membantu mengimbangi penurunan di sektor lainnya.

“Peningkatan penerimaan tersebut diatas diharapkan dapat mengcover penurunan kinerja pada penerimaan PPh Non Migas turun Rp376 Miliar atau -9,8 yoy sebagai akibat turunnya PPh Pasal 25/29 Badan dari Industri Pengolahan CPO,” ungkapnya. (HERMAWAN DP/H)