PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pendapatan APBN Kalimantan Tengah hingga 31 Oktober 2024 mencapai Rp8.371,8 miliar, dengan kenaikan signifikan pada penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Hibah Dalam Negeri.

Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Tengah, Wawan Juswanto menjelaskan kenaikan PPN sebesar Rp373 miliar atau 14,5 persen dipicu oleh meningkatnya aktivitas ekonomi serta penerapan tarif baru sebesar 11 persen.

Penerimaan Hibah Dalam Negeri juga meningkat tajam sebesar Rp176,6 miliar atau 13.451,6 persen, sebagian besar digunakan untuk mendukung Pilkada 2024.

“Untuk Bea Keluar realisasinya mulai positif yaitu naik 3,7 persen (yoy) yang disebabkan oleh Harga Referensi CPO untuk penetapan Bea Keluar dan tarif BLU BPD-PKS per Oktober 2024 sebesar USD 893,64/MT,” kata Wawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 29 November 2024.

Pendapatan dari sektor PNBP menunjukkan kinerja positif. Pendapatan Jasa Layanan Umum oleh BLU, seperti Universitas Palangka Raya, menyumbang Rp98,3 miliar, Rumkit Bhayangkara Rp25,2 miliar, dan Poltekes Palangkaraya Rp17 miliar.

Meski demikian, total pendapatan APBN menurun sebesar Rp31,7 miliar atau 0,4 persen secara tahunan, terutama karena turunnya penerimaan PBB dan PPh Non-Migas yang masing-masing terkoreksi 16,6 persen dan 9,8 persen.

Hal ini disebabkan oleh penurunan Harga Batubara Acuan serta PPh Pasal 25/29 dari industri pengolahan CPO. (HERMAWAN DP/R)